Bisnis Kudapan Khas Bulan Ramadhan

By | March 26, 2018

Bulan Ramadhan merupakan bulan ketika umat muslim harus berpuasa selama 30 hari sebelum tiba pada Hari Raya Idul Fitri. Bulan puasa sangat identik dengan satu kegiatan yang sudah menjadi kebiasaan umat muslim menjelang waktu berbuka, yaitu ngabuburit. Kegiatan ngabuburit biasanya diikuti dengan kegiatan mencari menu untuk berbuka. Akan ada banyak sekali penjual musiman yang hanya akan muncul pada bulan Ramadhan, untuk menjual berbagai macam kudapan khas Ramadhan. Hal tersebut tentunya dapat dimanfaatkan sebagai peluang bisnis yang dapat menambah pemasukan Anda. Ada banyak sekali bisnis yang dapat Anda lakukan selama bulan Ramadhan dan tentunya akan sangat menjanjikan. Beberapa macam ide kudapan yang dapat dijadikan sebagai referensi bisnis ketika bulan Ramadhan.

Kudapan Khas Ramadhan

Beberapa kudapan di bawah sangat khas dengan bulan Ramadhan, yang dapat dijadikan sebagai peluang bisnis selama bulan puasa.

  1. Es campur

Es campur menjadi sesuatu yang sangat dicari menjelang waktu berbuka. Setelah menahan dahaga seharian karena puasa, tentunya akan sangat menyegarkan bila salah satu menu berbukanya adalah es campur. Itulah mengapa banyak orang yang mencari es campur sebagai menu buka puasa mereka.

  1. Kurma

Buah yang berasal dari arab ini akan banyak dicari oleh umat muslim untuk berbuka. Mengikuti sunah Rasulullah yang kerap kali berbuka dengan kurma, menyebabkan permintaan kurma meningkat tajam selama bulan Ramadhan. Anda dapat membuka bisnis kurma selama Ramadhan karena peluangnya sangat menjanjikan.

  1. Kolak

Makanan yang satu ini menjadi salah satu makanan pembuka puasa yang sangat populer. Selain karena rasanya yang manis, kolak juga bukan merupakan makanan berat sehingga sangat cocok untuk dijadikan sebagai pembuka puasa. Menu yang satu ini dapat Anda jadikan sebagai referensi bisnis di bulan Ramadhan mengingat makanan ini sangat banyak dicari untuk dijadikan sebagai takjil.

  1. Lauk pauk

Tak sedikit orang-orang yang kadang tak sempat atau malas memasak, dan lebih memilih membeli lauk pauk di luar. Hal tersebut dapat kita lihat dari banyaknya penjual lauk pauk di pinggiran jalan yang mendadak menjadi pasar dadakan.

Related posts: