Mudahnya Menghadapi Bayi Yang Cegukan

By | January 29, 2018

Bayi cegukan terus memang harus segera dihentikan. Pasalnya jika itu dibiarkan akan mengganggu waktu tidur dan makan si bayi. Sebenarnya bayi yang cegukan merupakan hal alami yang umum terjadi dan memang wajar. Namun jika cegukan tersebut tidak henti-henti, mau tak mau sebagai orang tua pun harus berusaha untuk menghentikannya. Kemudian bagaimana cara agar bayi bisa sembuh dari cegukannya itu? Sebenarnya tidak sulit untuk menyembuhkannya. Sekarang di internet pun sudah terdapat banyak referensi yang bisa Anda baca. Salah satu referensinya adalah artikel yang sedang dibaca oleh Anda sekarang ini.

Tips Menghentikan Bayi Cegukan Terus

Langsung saja, jika bayi cegukan terus maka langkah utama yang harus dijalani adalah memposisikan bayi dengan benar ketika sedang menyusui. Menyusui merupakan kegiatan yang harus dilakukan setiap hari dan setiap saat. Banyak bayi yang mengalami cegukan karena posisi menyusuinya salah. Untuk itu Anda menempelkan perut bayi dengan perut Anda, kemudian puting dan area cokelat di sekitar puting harus masuk semua ke mulut bayi. Dengan begitu bayi pun akan merasakan kenyamanan dan cegukan tak terjadi. Langkah kedua, Anda harus menepuk punggung bayi. Ini merupakan metode yang sangat umum dilakukan oleh setiap orang tua. Anda harus menaruh kepala di baju Anda, kemudian menepuk halus punggung bayi hingga bersendawa.

Meski menepuk punggung itu sangat sederhana, akan tetapi jika Anda lakukan terus menerus akan sangat efektif dalam sembuhkan cegukan yang terjadi pada bayi. Langkah berikutnya dengan membuat sang bayi terasa nyaman, contohnya memeluk. Memeluk erat bayi dan membuatnya merasakan kehangatan tentu membuat cegukan berhenti dengan sendirinya. Pasalnya dengan kenyamanan yang Anda berikan akan membuat detak jantungnya lebih teratur. Jangan pernah coba untuk menghentikan cegukan dengan mengagetkan sang bayi. Pasalnya itu hanya akan menimbulkan bahaya bagi jantungnya. Namun jika bayi cegukan terus menerus dan tidak dapat Anda atasi sendiri, cobalah untuk berkonsultasi ke dokter anak. Pasalnya bisa saja itu merupakan indikasi dari penyakit lain yang patut diwaspadai.

Related posts: